Showing posts with label pandikar amin mulia. Show all posts
Showing posts with label pandikar amin mulia. Show all posts

Tuesday, August 11, 2009

CATATAN BUAT PA'MIN


Sejak pertama terkedip mata

Namamu lewat menitir lidah-lidah basah

Menguis titis madu tumpah di bendang lidah

Itu pun tika aku baru mengenal dunia


Sejak pertama terdengar bicara

Nama mu sudah menghembus bayu senja

Menyusup perlahan mendodoi lena

Bak irama lagu tak pernah pisah

ditiup badai juangmu yang tak pernah punah


Sejak dada dilimpah cinta

Pasang surut badai suasa

Juangmu adalah rintihan bangsa

Rintihmu adalah tangisan ibu dan ayah

Keluhmu adalah durjana Iranun seluruhnya

Kesahmu adalah air mata derita

Tangismu adalah tangisnya anak muda

Tawamu adalah tawa di malam gelita

Biar sendiri atas dunia menghitung politik durja

Biar sendiri atas kapal mengharung samudera

Jiwamu tak pernah pasrah

Atmamu tak pernah muntahkan noda

Biarkan runtunan kasih tak berjawab setiap tika

Biarkan dukungan ibu terlepas dari tangan semakin lemah

Biarkan kilau emas mencucuk kelopak mata

Biarkan dendang raja membungkus jiwa


PA’MIN kembali bertinta

PA’MIN kembali melukis dasar bangsa

PA’MIN kembali menyarung keris senjata

PA’MIN kembali membuai jutaan rasa..



5.00 pagi…Tawau.